Suatu ketika di bulan juni 2003.. sang wanita yang bernama Y mengenal seoarang pria yang bernama W, hari demi hari kami lalui bersama.
Dengan hati gembira dan kami yakini berdua bahwa kita pasti bisa berdua untk slama-lamanya dan Tuhan pun pasti akan merestui hubungan kami. Ketika sudah berjalan hampir 6 bln hubungan yang kami bina berdua mengalami sebuah ujian yang bergitu besar.
Ter jadi sebuah keributan yg membuat W tidak dtang-datang krmh aku……… dengan rasa nekat dan karna aku merasa bersalah aku berusaha utk datang menemui dia dirmhnya bersama dengan adik aku yg paling kecil disaat itu jugalah aku mendapat sebuah kejadian ato peristiwa besar.
Tepat tanggal 25 Desember 2004 aku mendapat sebuah petunjuk ynag meyakini aku agar aku meninggalkan laki-laki yang sangat aku cintai, keluarga yg sangat aku sayangi dan bahkan sangat berharap agar aku menikah dengan laki-laki ini telah musnah karna laki-laki ini tlah menghianati cinta suci yang aku berikan dan kasih sayang kluarga aku yg sangat tulus untk dia. Demi cinta yg akan dia dapat,dia rela membohongi aku dan keluarga aku……… aku bingung knapa ini harus terjadi dengan diri ku. Dan saat ini juga aku bingung apakah aku harus crita dengan kluarga aku ato tidak???????????
Karna aku sangat sayang dengan keluarga aku, aku berusaha utk crita yang sebenarnya. Aku crita dengan orang tua aku. Aku bilang bahwa W telah mempunyai seorang istri dan memiliki dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Kluarga ku sangat terkejut trutama ibu yang telah melahirkan aku. Aku hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Alloh semoga semua ini ada hikmahnya,karma bln januari tahun 2005 ini ibu aku ada rencana utk menikahkan aku dengan orang ini. Aku sangat histerius apalagi orng tua aku dia merasa sangat kecewa sekali, karma dia merasa sudah baik dan sayang dengan W. kenapa dia hrs menyakiti dan menghilangkan rasa kpercayaan yang tlah dia berikan. Itu ucapan ibu aku waktu dia dengar smua pengakuan dan kjujuran dari aku. Sementara bapak aku hanya bisa diam dan bengong aja melihat aku nangis dengan histeriusnya.
Malam itu juga aku berdoa dan memohon petunjuk agar aku diberikan petunjuk yang terbaik menurut Alloh karna tidak tau kenapa aku belum siap untuk kehilangan dia. Aku berdoa. “ ya… Alloh knapa Engkau beri cobaan kepada aku, dikala aku sedang sangat mencintai dan menyayangi dia.. knapa ya Alloh!!!!! Apakah ini memang jalan yg terbaik yg akan kau berikan utk saya. Tapi knapa saya tidak siap untuk menerima ini smua…….. apa yang hrs saya lakukan dan apa yg harus sy omongin dengan si W.’’
Sore yg cerah aku berusaha telp dia, supaya dia mau datng krumah aku dan aku berusaha memaafkan dia karna keributan yg kami buat. Dia tampak aneh knapa aku tiba-tiba baik dengan dia dan menyuruh dia untuk datang krumah aku…. Padahal aku sdh tidak mau ktemu dia lagi. Ini aku lakukan karna atas suruhan orang tua aku dan aku pun kpingin tau tentang kbenaran yang tlah terjadi apakah benar dia dah punya istri? Atokan dia hnya seoarang duda dan knapa dia membohongi aku dan kluarga aku???????????????
Dia datang dengan hati yg sangat gembira karna sdh hampir 3 hari dia tidak ketemu dengan aku… aku berusaha utk tidak nangis didepan dia, aku berusaha Tanya baik-baik dengan dia……..sementara ibu aku dan bapak sdh ada didpn rmh nunggu aku, apa jwban dr pembohong itu, itu kata-kata dari ibu aku………..
Apakah benar kamu sdh memiliki seorang istri dan 2 orang anak? Dengan kaget dan muka terkejut dia langsung menatap muka aku.., sampe aku pun tidak kuat untuk melihatnya dan bahkan aku seperti kepingin kluar air mata… dan dengan lembut tanpa rasa bersalah dia menjawab !!!! kamu tau dari mana? Dan dia meminta utk kluar sebentar dengan aku. Takut klo kluarga aku akan tau tentang semua ini.. padahal memang kluarga aku sudah tau tentang smuanya. Dengan suara sendu aku menjawab “ aku tidak mau kluar dari rmh ini!!!!!! Dan perlu kamu ketahui juga kedua orang tua aku sdh mengetahui ini semua’’. Dia tampak terkejut lagi.
Dan tiba-tiba ibu aku masuk dia pun berkata. “ dasar laki-laki ga tau diri dah punya anak istri ngakunya bujangan” disini pun terlihat lagi muka dia tampak takut dan malu.
Tanpa menjawab dia langsung pergi dan meninggalkan aku……….. padahal dia ngajak aku keluar utk menjelasin smua katanya.
Aku mulai byak bengong, kenapa dia membohongi aku.. aku ga tau apakah aku bisa utk melupakan dia.
Hari demi hari aku lalui tanpa adanya dia, dimana dia biasa setiap hari slalu ada didekat aku.. stelah aku bengong tiba-tiba hp aku berbunyi, aku lhat ternyata itu nomor dia, dia berusaha telp aku tujuan dia mau jelasin smua sama aku. Aku terima tapi aku tidak mau klo di luar dan dia aku suruh datng krumh aku untuk bicara dengan kluarga aku, karna aku tidak mau menyakiti kluarga aku lagi. Dia datang dan dia bicara dengan bapak aku. Dan menurut dia dia sudah tidak serumah dengan wanita itu lagi dan memang dia mau menceraikan istrinya itu. Secara agama sdh diceraikan tp secara hukum wanita itu tidak mau katanya dan klopun mau dia minta harta yg sangat besar. Itu penjelasan dia terhadap bapak aku. Lalu bapak aku bertanya kepada dia “ apa kamu mau sungguh-sungguh dengan anak saya?” jawab dia “ yah saya sangat sayang dengan Y saya rela apapun yg akan bapak minta” oke klo demikian kamu tunjukkan surat cerai kamu dari pengadilan yang sah baru saya percaya…..!! itu jawab bapak aku dengan tegasnya. Dia langsung balik.
Kemudian bapak aku memberi penjelasan kepada ibu aku. Jawab ibu “ ya sudah klo emang Y sudah sama-sama pada suka” aku merasa sangat lega dengan jawaban ibu aku. Karna jujur dalam masalah ini yg paling keras ibu aku. Aku menjalani hubungan lagi dengan W. walaupun kluarga aku agak tidak suka dengan laki-laki ini terutama ibu aku. Dan aku pun menjalani hubungan ini dengan Backstet dan sambil dia menunggu proses cerai dari pengadilan.
Tiba-tiba masalah ini sudah tercium oleh istrinya, dan sang istri ini sering sekali menelpon kerumah aku kemudia berbicara langsung dengan ibu aku.
Setiap kali aku pulang dari kerja, aku slalu ditanya dari mana??? Seperti ibu aku curiga dengan aku. Di saat-saat itu juga aku jadi merasa bahwa ibu aku sudah tidak percaya lagi dengan aku. Dan tiba-tiba ibu aku cerita… “ Y apa memang tidak ada lg laki-laki lg didunia ini yg bias kamu cintai.!!” Tampak seperti mukanya sangat marah sekali.
Tiba-tiba aku cari tau knapa ibu aku bias seperti itu dengan aku…………???
Akhirnya Alloh kasih aku petunjuk… ternyata istri W sering sekali telpon supaya ibu aku tidak mau terima W lagi dirumah aku.
Aku bercerita tentang semua kejadian ini dengan W, dan W hanya menjawab “ ya sudah nanti aku akan coba tanya dengan dia, apa maunya dia sebenarnya…”
Disaat-saat seperti ini aku sudah mulai bingung tindakan apa yg harus aku lakukan. Disatu sisi aku sangat sayang dengan keluarga aku terutama dengan ibu aku, aku ingin sekali membahagiakan dia, tapi disisi lain aku juga sangat mencintai W karna jujur hanya dia laki-laki slama hidup aku yg dapat mengerti dan memahami aku. Dikala aku sedang susah dia selalu ada untuk aku dan terkadang aku merasa dia pasti jodoh yang telah Alloh berikan untuk aku. Tapi kadang-kadang pun aku merasa kenapa dia harus membohongi aku.. apakah dia bukan jodoh aku, mungkin ini Cuma ujian aja utk saya.
Setiap kali aku sholat aku hanya memohon smoga Alloh memberikan aku petunjuk jalan apa yg harus aku ambil. Dan seola-olah Alloh memberikan petunjuk dia memeng jodoh aku. Aku berusaha menjalani lagi dengan dia walaupun harus backsteet dan ibu aku tidak suka sekali.
Bahkan aku sangat rela walaupun harus diomelin dengan ibu setiap hari klo pulang kerja. Dengan rasa sabar aku berusaha untuk memberi penjelasan kepada keluarga aku tentang hubungan aku denagn W. bahwa saat ini semua aku serahkan dengan Alloh, klo memang Alloh tidak memberi jodoh aku dengan dia pasti aku tidak akan bisa bersatu, aku jelasin itu semua dengan ibu aku….tapi tetap aja ibu aku bilang “tidak” sampai aku memohon tolong ibu ngerti aku sedikit aja, disaat itu juga aku mengeluarga janji terhadap ibu aku…
“ aku janji tidak akan terjadi apa-apa dengan aku..” dan ibu aku hanya bisa terdiam memandang wajah aku………. Dan aku tidak tau apa yang ada dalam pikiran ibu aku… aku hanya berpikir dan aku berusaha meyakini diri aku sendiri ibu aku pasti sangat sayang dengan aku.
Tiba-tiba aku lagi ngobrol dengan ibu aku, telpon rumah aku berbunyi. Ibu aku langsung angkat telpon nya.. dan ternyata yang telpon adalah istri W. Aku sangat kaget sekali dan ibu aku langsung bilang dia mau bicara dengan aku. Aku bilang dengan ibu aku.. oke aku mau bicara dengan dia.. terjadilah pembicaraan dengan istri W. “ assalamualikum ini siapa yah, lalu dibilang nama aku ETI aku istri dari W apa kamu yg bernama Y..... aku bilang yah!!!!!! Ada apa yah... dia menjelaskan bahwasanya W sudah memiliki dua orang anak dengan dia. Aku bilang aku sudah tau, trus kenapa kalian masih saja jalan berdua dengan dia??? Aku hanya menjawab silahkan anda tanya ja langsung dengan W lalu dia bilang asal kamu tau aja..! aku tidak akan pernah mau diceraikan dengan dia...!! itu semua hak kamu, aku tidak bisa melarangnya, tapi aku akan berusaha untuk minta dengan W agar dia tidak menceraikan kamu.. itu jawaban aku terhadap ETI dan akupun bilang tolong kamupun jangan telp-telp lagi kerumah aku. Oke itu jawaban dia terhadap aku.....”
Aku berusaha menjelaskan kepada ibu aku... agar dia mengerti apa yg aku rasakan, tapi ibu aku hanya dia dan dia bilang dengan nada sinis dan tampak benci dengan aku dia bilang “ Emang kamu ga malu apa dibilang ngerebut laki orang, biarpun kamu cakep tetap aja dibilang ngerebut suami orang...” aku berusaha diam sambil aku berpikir apa maksud ibu aku bilang seperti itu dengan aku....... aku selalu berpikir positif aja terhadap ibu aku, mungkin karna dia sayang dengan aku.
Malam telah muncul sementara aku hanya bisa ketemu dengan W malam saja. Aku berusaha untuk temui W walaupun aku harus berbohong dengan ibu aku, tapi aku yakin ibu aku pasti tau tentang kebohongan ini. Aku menemui W ditempat biasa aku ketemu dengan dia didaerah kalimalang, aku ceritakan semua kejadian tadi pagi!!! Dia hanya bisa diam saja dan diapun berkata “ aku akan kasih pelajaran dengan wanita itu” dengan nada sinis dan nampak kesal.. aku hanya bilang “ jangan.. biar bagaimanapun dia adalah ibu dari anak-anak sayang!” itu bahasa yang aku pakai kalo aku panggil W “SAYANG” aku langsung balik pulang setelah aku sudah makan dan menceritakan semua kejadian tadi pagi dengan ibu, eti melalui telpon.
Disaat-saat seperti ini setiap hari aku tampak tidak bersemangat, serasa aku tidak mempunyai gairah untuk hidup dan bahkan aku selalu berpikir aku tidak mempunyai seorang teman pun didunia ini. Aku tidak pernah keluar rumah kalopun aku keluar aku hanya kerja dan kuliah, karna posisi aku saat ini kuliah sambil kerja. Dan aku tidak pernah mau cerita dengan teman-teman aku, karna aku malu klo-klo harus cerita dengan teman aku yang sebenarnya... aku hanya bisa berdoa semoga semua ini ada jalan keluarnya dan yg terutama ibu aku sayang dengan aku dan dia mau mengerti aku sedikit aja... tiba-tiba aku lagi bengong seperti ini datang seorang teman aku, wasti namanya...... dia bertanya “kenapa luh didalam kamar aja” dan aku biasa panggil dia dengan sebutan teteh. “ ga teh gw lagi bt aja kepingin sendiri” “coba luh cerita klo emang luh ada masalah siapa tau aja gw bisa bantu luh, kan gw jadi ngerasa klo gw ada fungsinya jadi teman luh,gw ga mau klo cuma senang aja ama luh,gw juga mau klo susah luh cerita dengan gw.” Aku hanya bisa diam sambil aku berpikir apa aku harus cerita dengan teteh kemudian aku menjawab “iyah nanti pasti gw cerita dengan luh”
Awal bulan aku gajian dari hasil kerja aku, aku kasih ibu aku uang karna ada kewajiban aku untuk memberi uang dengan ibu aku. Diterima uang dengan senang dan penuh doa aku bangga dan senang karna aku sudah bisa memberi orang tua walaupun tidak seberapa. Aku jalani lagi hidup aku dengan penuh semangat dan aku yakin bahwa klo memang aku jodoh dengan W aku pasti bisa bersatu tapi klo aku tidak jodoh pasti ada jalan kluar dalam masalah yg aku hadapi.
Sudah 1,5 tahun hubungan aku jalani dengan W walaupun harus backsteet dan iba-tiba W kasih aku bukti surat cerai dia bilang sma aku “ini aku akan bawa untuk aku tunjukin sama kluarga kamu, karna aku sayang banget dengan kamu dan aku tidak mau kehilangan kamu.” Datanglah W kerumah aku, tapi ternyata keluarga aku malah mengusir dia dan tidak dibukakan pintu, aku kasihan dengan dia, aku yang temuin dia dan dia bilang dengan aku “ knapa kluarga kamu tidak konsekuen dengan omongannya, aku tidak nyangka” aku Cuma bisa diam dan aku bilang dengan dia.. “ ya sudah tenang aja nanti aku yang akan ngomong dengan mereka,sekarang sayang balik aja yah.....!!!” dia balik dengan mengeluarkan air mata.. aku sayang banget dengan kamu, apapun yang kamu minta supaya kita bisa jadi satu, aku akan usahakan; itu ucapan dia sebelum dia pergi untuk pulang kerumah. Nah dihari itu juga aku tanya dengan kedua orang tua aku. “ knapa ibu dengan bapak tidak terima dia masuk kerumah, padahal dia punya niat baik untuk kasih bukti yang bapak ibu mintakan.. aku sambil nangis kenapa ibu ama bapak tidak ngertiin aku sedikit aja tolong. Mereka hanya bisa diam aja. Aku langsung masuk kamar.
Menurut keluarga aku ,aku sudah tidak dengan W karna sudah 1,5tahun si W baru bisa kasih bukti surat cerai dengan istrinya. Aku tau itu Cuma alasan dia aja padahal memang dia Cuma mau bohongin aku dan W aja. Pada saat ini aku seperti benci dengan keluarga aku dan aku sudah tidak tau lagi harus bagaimana, sementara aku masih sangat sayang dengan W dan bahkan aku tidak bisa kehilangan dia. Aku tidak tau apakah ini cuma perasaan napsu aja atau memang Alloh akan memberikan aku jodoh dengan W. Aku diam dirumah dan berusaha untuk tidak banyak omong lagi. Setiap aku pulang dari kerja kok aku tidak ditanya dengan ibu aku, aku bingung kenapa ibu aku jadi kaya gini dengan aku, kenapa dia tega sekali dengan aku. Aku pun berusaha diam juga dengan mereka. Sampe aku bilang apapun yang akan mereka lakukan untuk hubungan aku dengan W aku akanterus perjuangkan pokoknya aku harus sampe merrit dengan W. Aku bilang seperti itu dengan ibu aku sambil aku jalan ke dapur. Tujuan aku kedapur aku laper mau makan karna aku pulang kerja. Tapi ternyata tidak ada sedikitpun makanan didapur aku mulai bingung knapa tidak ada makanan sma sekali. Ya sudah aku tahan aja rasa laper aku toh nanti malam aku pasti akan ketemu dengan W dan aku bisa makan bareng dengan W. Setelah ga lama aku bepikir seperti itu adik aku yang paling kecil pulang dari kuliah mungkin dia juga laper seperti yang aku rasakan dia masuk kedapur. Nah yang aku heran kenapa kok giliran dia makan ada lauk-pauknya. Aku bengong dan aku mulai berpikir apa mungkin ibu aku setega itu dengan aku, aku tidak dikasih makan.... makanan dirumah diumpetin knapa dia tega sekali dengan aku.
Masalah dirumah kebawa kepikiran sama aku dikantor, aku lebih banyak bengong dan melamun sampe-sampe bos aku tnya “ kenapa kamu hari ini banyak bengong apa kamu ada masalah, masalah apa! Pasti masalah pacar kamu itu yah,,?” Karna dia sudah tau aku pacaran dengan W. Akhirnya aku ceritakan masalah ini dengan bos aku, “ iya pak masalh dengan W ternyata W sudah punya istri dan keluarga aku tidak suka dengan W dan sekarang ibu dirumah sangat membenci aku sampe-sampe aku tidak ditegur dan makanan yang dia masak aku tidak boleh memakannya juga, aku bingung pak harus bagaimana?” karna sangking dekatnya aku dengan bos aku makanya aku berani cerita dengan dia sampe detil sekali. Dia hanya bilang “ ya sudah yang sabar yah, saya pasti tau kamu akan lebih tau mana yang paling terbaik!” lalu hp aku berbunyi ternyata itu W dia bilang dia sudah ada didepan kantor untuk menjemput aku. Karna pas banget hari ini adalah hari tanggal 31 desember 2004 malam tahun baru 2005. Akupun dikantor pulang cepat sekali.. aku langsung menemui W dan aku pulang..... sebelum pulang aku mampir disalah satu masjid mau sholat ashar maksudnya didaerah pondok gede. Aku sholat berjamaah dengan W. Tapi tiba-tiba setelah aku dan W selesai sholat aku melihat tas aku hilang diambil maling.. aku nangis dan aku pun bingung kenapa didalam masjid bisa ada maling. Aku berusaha telpon-telpon terus nomor hp aku. Tapi tetap tidak diangkat......... aku binggung harus ngomong apa dengan keluarga aku. W langsung bilang tenang aja aku akan antar kamu sampe rumah dan nanti aku akan coba jelasin semuanya dengan ibu kamu. Itu kata W supaya aku bisa tenang. Aku pulang dan ibu aku kaget sekali aku pulang dengan W. W langsung masuk kerumah kakak aku yang nomor 2 Marjuki namanya, kakakku mengamankan W agar tidak dimarahin dengan ibu aku. Karna dirumah aku semakin panas W disuruh pulang dengan kakak aku dan membawa motor kakakku. Aku masih tetap menangis karna didalam tas itu ada cek senilai 60 juta dan cek itu akan dicairkan hari senin untuk gaji karyawan diperusahaan tempat aku kerja. Aku bingung kenapa ujian ada pada diri aku terus-menerus apa salah dan dosa aku... dan disaat ini aku merasa bahwa Alloh tidak pernah adil dengan aku Alloh sangat jahat dengan aku, aku bingung kenapa ini semua terjadi secara berturut-turut. Aku berusaha sabar dan masih aku telpon terus hp aku. Ternyata diangkat dengan orang yang ambil hp aku. Di bilang hp sudah dijual yah aku cuma mau tau aja ini didaerah mana, didaerah priuk kata orangnya. Malam tahun baru 2005 aku lewati dengan mencari barang-barang aku yang hilang, sampe-sampe aku lupa mengucapkan selamat tahun baru dengan W. Pagi-pagi sekali W datang kerumah aku dam dia mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2005.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, bahkan tahunpun berganti tahun. Aku masih saja tetap berhubungan dengan W walaupun ibu aku tidak pernah merestui hubungan ini. Sampai suatu ketika keluarga aku mulai gerah dengan kelakuan aku yang tidak pernah bisa lepas dari W. Dan bahkan keluarga aku memfitnah klo W melet aku supaya aku tetapa bersama dengan dia. Aku sedih dan aku bilang ini semua aku lakukan karna aku cinta dengan W bukan karna ilmu hitam yang keluarga aku bilang. Setiap gerak-gerik dan langkah aku keluar dari rumah selalu di awasi dan aku pulang kerumahpun selalu dimarahin bahkan dicaci maki terus itu dengan ibu aku. Aku selalu bilang dengan ibu aku, “ aku keluar rumah mau cari duit untuk biaya kuliah dan makan aku setiap hari, terserah ibu mau bilang apapun aku ga peduli. Yang penting aku tidak pernah bikin jelek nama keluarga. Dan aku tidak pernah macam-macam dengan laki-laki, slama ini aku masih jalan dengan W karna aku cuma menjalani aja klo memang tidak jodoh yah pasti aku tidak akan bersatu kok.. itu ucap aku sambil nada memberi pengertian kepada ibu dan semua keluarga aku. Karna aku bingung apa yang harus aku katakan lagi dengan keluarga aku.
Lama kelamaan aku mulai merasa gerah dan pusing dengan kelakuan ibu dan keluarga aku yang selalu menyalahkan aku, aku bingung harus cerita dengan siapa lagi. Aku bingung makan aku tidak dikasih bahkan semua makanan disimpan dengan rapih agar aku tidak memakan,makanan yang aku ibu aku masak. Sampe aku berdoa setiap hari “ ya Alloh kini ujian apalagi yang akan Kau berikan untuk aku, sekarang keluarga aku nampak sudah tidak peduli dengan aku lagi dan bahkan mereka tidak menganggap aku seperrti anaknya sendiri, apa memang ini sudah nasib yang harus aku terima. Tolong jawab ya Alloh jangan Kau menghukum aku seperti ini. Aku sudah tidak kuat lagi........... aku ingin mati aja karna klo aku hidup pun sudah tidak ada lagi orang yang peduli dengan aku..” itu doa aku dikala aku sedang putus asa sekali... disaat-saat seperti ini aku mulai bingung harus kemana minta tolong dan bantuan, karna aku sudah mulai tidak betah dirumah. Yang aku bingung lagi, klo aku taruh pakaian ditempat cuci pakaian selalu di buangin dengan ibu aku. Aku tambah bingung saja kenapa ibu aku sampe seperti itu dengan aku.
Setiap hari aku pergi pulang malam, tanpa ada rasa takut, tujuan aku pulang malam itu supaya aku tidak terlalu lama dirumah dan aku tidak akan jadi kepikiran dengan kelakuan ibu terhadap aku yang seperti anak tiri. Semua anaknya disayang tapi aku tidak, tapi karna tekat aku ingin membuktikan klo aku bisa membahagiakan ibu aku dan aku pasti bisa jadi orang sukses.. aku berusaha walaupun aku sangat di benci aku mendoakan semua keluarga aku setiap kali aku abis sholat. Karna aku yakin klo mereka pasti sayang dengan aku dan mereka punya tujuan yang baik untuk aku.
Dihari minggu yang cerah aku berusaha untuk keluar rumah dan main dengan teman aku teteh wasti namanya. Dan aku berusaha untuk meminta solusi dari dia, karna aku sudah tidak kuat sama sekali dengan kelakuan keluarga aku terhadap aku.. aku ceritakan tentang status W dan keadaan keluarga aku pada teteh. “ gw bingung teh sekarang gw harus gimana menghadapi semuanya” teteh hanya bisa diam aja dan pada akhirnya dia berusaha untuk jujur dengan aku tentang semuanya. “ Y sebenarnya gw dah tau tentang semua ini karna nyokap luh dah cerita semua dengan gw... maaf gw ga pernah cerita dengan luh” dengan muka ngerasa bersalah teteh akui semuanya. Aku benar-benar sangat terkejut mendengar pengakuan dari teteh. Dalam pikiran aku ternyata ibu aku sudah cerita dengan siapa aja, aku benar-benar tanbah malu. “ gw janji kok tidak akan masalah ini sampe ke orang lain” ucap teteh menyenangkan hati aku. Aku hanya bilang dengan teteh “tapi luh percaya dengan omongan nyokap gw” “yah mau ga mau gw percaya, karna gw ga pernah dengar cerita dari luh sebelumnya”. Aku hanya diam tapi aku berusaha yakinkan sama teteh klo W sudah menceraikan istrinya itu, teteh percaya dengan omongan aku. Dan akupun bilang dengan teteh klo aku masih sangat sayang dengan W dan saat ini aku tidak mau kehilangan dia. Teteh hanyta menjawab “ semua masalah ini hanya luh yang tau, gw yakin luh anak yang tegar, bijaksana, bisa ambil keputusan mana jalan yang terbaik menurut luh” itu jawab teteh.
Malam harinya aku ketemu dengan W aku nangis didepan dia, dan dia tampak bingung ada apa dengan aku, aku bilang dengan dia “ ternyata ibu sudah cerita masalah sayang dengan semua orang, karna sampe teteh wastipun sudah tau masalah ini..” W hanya menjawab “ biar aja berarti masalah ini dia yang bikin malu sendiri” itu jawab W dengan singkatnya. Yah dah sekarang kita senang-senang aja, gimana klo kita jalan keancol itu ajakan W keaku. Aku mau jalan kesana.... dan sepanjang di ancol aku menanyakan masalah dia dengan istrinya.... tapi dia hanya bilang “ aku tidak mau klo kamu bicara masalah itu” sepertinya dia tidak mau pusing lagi dengan masalah-masalah yg akan membuat aku jadi kepikiran. Tapi tetap aja aku ingin tau apakah dia masih satu rumah ato tidak, karna jujur aku memang agak keras orangnya. Dan dia tetap menjawab “ tidak’’ disini aku mulai ribut kecil dengan W, sampe akhirnya keributan ini menjadi besar. Kenapa karna mengakibatkan alu tidak ketemu-ketemu dengan dia hampir satu minggu dan akupun merasa benci sekali dengan dia. Pokoknya aku tidak mau ketemu dengan dia dia telponpun aku tidak mau angkat.
Disaat-saat ini lah aku merasa bahwa aku ngerasa dibohongi dengan dia, dia hanya mau mainin aku aja, itu yang ada dalam pikiran aku saat ini. Aku minta petunjuk dengan Alloh apa yang harus aku lakukan apa memang aku tidak ada jodoh dengan dia, klo memang tidak ada jodoh tolong bisakan aku untuk melupakan dia. Dan ternyata aku dapat petunjuk dia adalah jodoh aku. Tiba-tiba aku berusaha untuk telpon dia malam-malam....... terjadilah pertemuan aku lagi dengan dia. Dan aku mulai baik lagi dengan dia. Karna memang kita tidak pernah klo marah itu lama pasti selalu sebentar,walaupun kita sama-sama orang yang sangat egois.
Hari-hari aku jalani walaupun keluarga aku nampak benci sekali dengan aku. Setiap W telpon kerumah aku selalu dibilang tidak ada. Dan tiba-tiba dengan nada pelan ibu aku negur aku dengan kata-kata halus “ kamu sudah makan Y” aku sangat kaget sekali sewaktu ibu aku bilang seperti itu “ belum, kan lagi puasa” oh ya sudah nanti buka puasa ibu bikinin makanan yah. Itu ucap ibu aku dengan aku, aku bingung ada apa dengan ibu aku. Ya Alloh mudah-mudahan ini pertanda baik, dan ibu aku mulai coba untuk mengerti aku sedikit aja. Amiin ya Alloh Kau telah mengabulkan semua permintaan aku. Disaat ini aku sedang puasa sunah senin-kamis. Dengan hati gembira aku berdoa mudah-mudahan semua ini tidak untuk sementara aja,dan ibu aku benar-benar tulus untuk semua ini. Tapi tidak tau kenapa ada dalam pikiran aku, kok seperti ada apa-apa yah.... ini cuma dugaan yang tidak beralasan aja. Dan azan magrib pun telah berkumandang... aku bergegas untuk buka puasa.. aku minum air putih setelah itu aku sholat. Aku hanya memohon agar aku dijauhkan dari hal-hal yang dapat membahayakan aku. Aku kemeja makan sudah ada indomie rebus,ibu aku bilang itu untuk kamu. Dengan membaca basmalah aku makan dan tidak tau kenapa gelas yang mau aku makan itu pecah dan mangkok mie langsung tumpah kesenggol dengan tangan aku. Aku langsung istigfar ada apa sebenarnya ini....... tapi aku harus berpikir positif aja dan untuk menghargai buatan ibu aku. Indomie yang tumpah tetap aku makan juga tapi aku sambil berdoa.... Ya Alloh jadikanlah makanan ini baik untuk aku. Aku yakin apa yang ibu aku lakukan ini memang tulus untuk kasih makan untuk aku berbuka puasa, buka untuk macam-macam. Tapi tidak tau kenapa hati kecil aku selalu berpikir bahwa ibu aku melakukan sesuatu hal yang akan membuat hubungan aku dengan W jadi putus. Tapi aku tidak tau apa yang ibu aku lakukan, aku yakin kok tidak mungkin ibu aku menyelakakan aku.
Hari-hari aku jalani lagi dan aku sudah mulai baik dengan keluarga aku, terutama ibu aku yang selalu jutek dengan aku. Hari ini aku sangat senang sekali karna aku sudah bisa lagi ngobrol-ngobrol dengan ibu aku walaupun aku agak takut klo dia menyindir masalah hubungan aku dengan W. Karna saat ini aku bingung klo harus disuruh memilih antara keluarga aku dengan W, aku benar-benar masih belum mau kehilangan W aku sangat sayang dengan dia. Ya Alloh mudah-mudahan ibu aku bisa ngerti aku sedikit aja, agar dia mau memahami tujuan dan maksud aku. Dan kabar gembira ini aku sampaikan dengan W dia nampak senang sekali...... dan akupun menceritakan kejadian yang aku alami tadi malam msewaktu aku berbuka puasa. Dia cuma bisa diam dan dia hanya bilang “ ga lah itu Cuma kamu aja yg saking senang karna nyokap dan baik lagi ama kamu.”
Mungkin selama ini kamu-kamu yang membaca buku ini bingung kenapa aku sayang sekali dengan W dan bahkan aku rela dicaci-maki, terus tidak ditegur dengan ibu aku, keluarga aku. Karna sifat yang dimiliki dia tidak pernah dimiliki oleh laki-laki lain ato mantan-mantan aku yang pernah aku pacarin. aku pacaran sampai aku bisa bikin buku ini sudah hampir 24 orang dan W orang yang ke-25. Aku sudah cukup berpengalaman dengan tipe-tipe laki-laki yang aku dekati. Sosok W ini tidak ada nilainya bila dibandingkan dengan apapun. Dia sangat pengertian, penyayang, sabar, dan dia agak sedikit pendiam dan dia pun tipikal orang yang setia tapi tidak bisa disakiti. Padahal watak aku sangat keras, aku pun sangat egois tapi dia selalu mengimbangi apabila aku sedang marah atau aku sedang mulai tidak menghargai dia, dia berusaha memberi pengertian kepada aku. Ya Alloh dia benar-benar sosok laki-laki yang aku cari sekali....... dia cowok yang berbintang libra.
Setelah tidak lama aku berpikir demikian datang teman-teman aku. Ada teteh wasti, ika dan atin namanya. Mereka semua adalah sahabat aku yang selalu setia menemani aku jikalau aku sedang ada masalah dan bahkan merakapun menganggap aku seperti kakaknya sendiri untuk atin dan ika karna umur mereka dibawah aku sekali. Mereka selalu cerita tentang masalah-masalah mereka dan bahkan mereka benar-benar sangat terbuka dengan aku. Dikala seperti inilah aku takut klo-klo aku memberi contoh yang tidak baik dengan mereka berdua, oleh karena itu aku tidak pernah berani untuk ceritain masalah W kemereka. Cukup teteh wasti yang tau semua ini. Karna aku adalah contoh buat mereka.... dia ambil contoh aku benar-benar karna aku pacaran dengan banyak laki-laki tapi aku tidak kenapa-kenapa,karna banyak gadis seusia aku di daerah tempat aku tinggal menikah tapi setelah hamil dahulu. Mereka pada bertanya dengan aku kenapa aku tidak pernah keluar lagi main dengan dia... dan mereka meminta aku untuk setel musik dugem... dan aku berjoget-joget dengan teman-teman aku semua... disaat seperti ini aku merasa seperti tidak ada masalah dan memang aku selalu riang didepan teman-teman aku walaupun hati aku lagi sakit sekali dan bahkan kepala aku pusing sekali. Aku benar-benar berjoget sampe keluar keringat dan musik sangat kencang sekali... tapi ibu aku tidak marah dengan kelakuan aku seperti ini.
Sudah hampir 3 tahun aku menjalani hubungan dengan W.. tapi aku bingung mau dibawa kemana hubungan ini, aku masih menjalani terus walaupun backstreet dan ibu aku taunya aku sudah tidak dengan W lagi. Karna ibu aku selalu berusaha agar aku dengan W pisah sampai dia cariin aku keorang pintar dan indomie yang aku makan tempo hari itu adalah dari orang pintar karna ternyata tidak sengaja aku mendengar pembicaraan ibu aku dengan bapak aku yang katanya obat itu tidak manjur dan aku makin mdekat dengan W. Waktu aku dengar pembicaraan itu aku langsung mengeluarkan air mata dan aku sempat berpikir juga apa memang aku harus ninggalin W aja demi kedua orang tua aku, dan akupun berpikir sudah 3tahun pun aku tidak dapat kejelasan mau dibawa kemana hubungan ini. Dengan rasa ikhlas aku berusaha untuk tidak ketemu dengan W dulu dan aku bilang dengan ibu aku klo aku mau ngelupain W dan jalan ini aku ambil untuk menyenangkan hati orang tua dan aku berpikir klo memang cari ini tidak bisa juga memang aku jodoh dengan W. Aku diajak pergi dengan bapak aku kesesuatu tempat yang sangat jauh sekali dari rumah aku, aku tidak tau apoa nama daerahnya yang jelas masih sangat kampung sekali. Aku sangat heran sekali kenapa bapak itu tidak tanya lagi kenapa dia nampak sudah tau apa yang aku mau minta..... aku turuti semua kemauan ibu aku supaya dia sadar bahwa aku sangat menyayangi dia. Aku mau yang penting ibu dan keluarga aku senang walaupun aku harus mengorbankan perasaan aku..... aku cari tau kenapa oarang itu sudah tau maksud kedatangan aku dengan bapak aku.!!! Ternyata memang bapak aku sudah kesana sebelumnya ,agar aku bisa melupakan W... aku berusaha untuk sabar dan menyerahkan semua kepada Alloh klo memang cara ini yang bisa kasih petunjuk aku akan jalani....mungkin dengan seperti ini ibu akan pasti akan senang karna aku sudah menuruti semua kemauanya dan dia pasti akan sayang dengan aku.
W bingung kenapa aku tidak telpon-telpon dia dan bahkan hp aku tidak aktif... dia berusaha telpon kerumah aku tapi selalu dibilang tidak ada!!!! Aku berusaha menjalani ritual yang diperintahkan ibu aku, aku tidak boleh telp-telp W dan hp aku harus dimatiin. Aku bisa tahan Cuma satu hari aja. Setelah aku sholat malam, malam itu juga dapat sebuah petunjuk bahwa aku tidak boleh ambil tindakan seperti ini sementara ada laki-laki yang bingung dan kepingin tau keadaan aku. Begitu yang aku rasa setelah aku sholat malam... dari situ aku mulai sadar bahwa aku tidak bisa lupa apalagi ngelupain W aku merasa tersiksa batin dan aku merasa kehilangan sosok pria yang sangat aku kagumi....... aku meminta petunjuk lagi bagaimana caranya aku bisa menghadapi ibu dan keluarga aku. Karna aku harus rela kehilangan salah satu dari mereka,.. aku bingung karna aku sangat sayang dengan W... tiba-tiba aku aktifkan hp aku dan disitu ada sms dari mW yang menyatakan “ sayang aku kangen sekali.... dan aku belum siap klo harus kehilangan kamu saat ini, tolong kamu jelaskan apa maksud sayang seperti ini dengan.... tolong sekali sayang... klo sayang sudah baca sms aku sayang telpon aku yah.... aku nunggu sekali. Ok I LOVE YOU.” Itu kata-kata dalam sms dia!!! Aku langsung mengeluarkan air mata.. karna aku sudah menyakiti perasaan laki-laki yang sangat aku sayang... aku langsung telpon dia dan aku meminta maaf atas semua kesalahan yang aku buat dan aku janji aku tidak akan mengulangi ini lagi.
Jalan lagi aku dengan W, tapi aku sudah jarang sekali ketemunya karna aku harus jaga perasaan keluarga aku terutama ibu aku. W cukup mengerti maksud dan tujuan aku. Tapi W minta syarat dari aku,supaya aku selalu telpon dia setiap hari atau sms jangan ga!!!!!!! Dua hari sekali aku ketemu dengan W dan tiba-tiba malam jumat perasaan aku tidak enak aku takut ada apa-apa dengan W, aku telpon dia tepat jam 21.00 tapi hp tidak diangkat... aku semakin khawatir ada apa sebenarnya dengan W. Aku sms dia... dengan kata-kata “ kamu ada dimana kok telponnya ga diangkat” tiba-tiba dia telpon balik aku. Dia bilang ke aku klo dia lagi dijalan di kranji tepatnya. Aku tanya apa dia baik-baik aja, dia bilang ya. Aku lega dan aku mulai bisa tidur... dan sebelum aku tidur aku selalu berdoa semoga W baik-baik aja dan apa yang dia lakukan semuanya lancar-lancar aja. Tapi tidak tau kenapa aku malam ini tidak bisa tidur terus kepikiran dengan W dan setiap aku pecamkan mata aku selalu ingat dengan dia.
Dan pagi pun menjemput aku, aku akan ketemu dengan W malam ini dan aku akan coba ceritakan tentang kejadiaan tadi malam, yang aku tidak bisa tidur. Aku ketemu dengan dia, aku coba-coba pancing omongan dengan dia, aku tanya apakah tadi malam W berjalan dengan cewek lain tidak tau kenapa tiba-tiba mulut aku ngomong seperti itu. Padahal aku yakin W tidak mungkin jalan dengan cewek lain. Karna sudah 3thn aku pacaran dengan dia tidak pernah ada masalah dengan masalah cewek lain.
Setelah kita sudah ngomong hp W tiba-tiba berbunyi.... aku baca ternyata ada sms dari cewek hera namanya. Aku tanya ini siapa.... dia bilang temen. Tapi kenapa aku tidak kenal dengan nama ini setau aku, aku selalu tau dia berteman dengan siapa aja. Aku tetap tidak percaya dengan dia dan aku bertanya terus dengan dia siapa sebenarnya cewek ini... setelah tidak lama dia jujur “ iya itu cewek kenalan aku yang baru, aku kenal dia di mikrolet waktu aku baru pulang dari rumah kamu” itu ucap di. Aku benar-benar sangat kaget sampe aku keluar air mata aku bilang “ kenapa kamu tega dengan aku... aku benar-benar sudah matang dengan kamu,bahkan aku rela pacaran dengan kamu dijalan kaya gini, aku rela jalani ini walaupun ibu aku tidak setuju dengan hubungan ini, tapi kamu malah berusaha untuk denngan dengan cewek lain” itu ucap aku. Dan dia bilang “ dia Cuma teman aku aja,dia suka dengan aku tapi aku ngga kok...” aku tetap tidak percaya dengan omongan W karna aku yakin pasti dia bohong dengan aku. Dan aku meminta agar dia mau telpon cewek yang baru aja sms dia dengan kata-kata manis. W langsung telpon dan dia bilang kepada wanita itu, “ maaf aku tidak bisa jalan dengan kamu karna aku sudah punya tunangan”
Keesok harinya aku tetap tanya dengan W gimana ceritanya dia bisa ketemu dengan wanita itu padahal W setiap hari bersama dengan aku. Dia bilang yah... sudah lah tidak usah dibahas lagi... aku tetap bertanya dimana kenalnya.... aku kenal waktu abis pulang antar kamu itu. W selalu antar aku klo aku pulang tapi tidak sampai rumah Cuma sampe jalan dekat rumah aku, dan aku selalu bawa kendaraan sendiri dia selalu pulang naik taksi. Langsung aku bilang pasti yang waktu malam jumat yah.............. yang aku telpon malam-malam itu. W bilang “ ya......” aku sudah mulai curiga waktu malam itu kenapa aku tidak bisa tidur. Pasti ada apa-apa dengan W. Ternyata benarkan kamu dengan cewek lain. Tidak tau kenapa pirasat aku klo dengan W selalu benar dan seperti aku sudah punya ikatan batin dengan W. Itulah makanya aku selalu berpikir bahwa aku memang jodoh dengan W. Itu pikir aku........ saat aku sedang berpikir seperti itu terlintas aku takut klo W bisa bohongin aku lain dikedepan hari. Aku akan coba cari tau terus tentang W
2 komentar:
lumayan!!!
tets..... test
Posting Komentar