Rabu, 02 Desember 2009

cerita lagi..

Suatu ketika di bulan juni 2003.. sang wanita yang bernama Y mengenal seoarang pria yang bernama W, hari demi hari kami lalui bersama.
Dengan hati gembira dan kami yakini berdua bahwa kita  pasti bisa berdua untk slama-lamanya dan Tuhan pun pasti akan merestui hubungan kami. Ketika sudah berjalan hampir 6 bln hubungan yang kami bina berdua mengalami sebuah ujian yang bergitu besar.


Ter jadi sebuah keributan yg membuat W tidak dtang-datang krmh aku……… dengan rasa nekat dan karna aku merasa bersalah aku berusaha utk datang menemui dia dirmhnya bersama dengan adik aku yg paling kecil disaat itu jugalah aku mendapat sebuah kejadian ato peristiwa besar.


Tepat tanggal 25 Desember  2004 aku mendapat sebuah petunjuk ynag meyakini aku agar aku meninggalkan laki-laki yang sangat aku cintai, keluarga yg sangat aku sayangi dan bahkan sangat berharap agar aku menikah dengan laki-laki ini telah musnah karna laki-laki ini tlah menghianati cinta suci yang aku berikan dan kasih sayang kluarga aku yg sangat tulus untk dia. Demi cinta yg akan dia dapat,dia rela membohongi aku dan keluarga aku……… aku bingung knapa ini harus terjadi dengan diri ku. Dan saat ini juga aku bingung apakah aku harus crita dengan kluarga aku ato tidak???????????


Karna aku sangat sayang dengan keluarga aku, aku berusaha utk crita yang sebenarnya. Aku crita dengan orang tua aku. Aku bilang bahwa W telah mempunyai seorang istri dan memiliki dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Kluarga ku sangat terkejut trutama ibu yang telah melahirkan aku. Aku hanya bisa  pasrah dan berdoa kepada Alloh semoga semua ini ada hikmahnya,karma bln januari tahun 2005 ini ibu aku ada rencana utk menikahkan aku dengan orang ini. Aku sangat histerius apalagi orng tua aku dia merasa sangat kecewa sekali, karma dia merasa sudah baik dan sayang dengan W. kenapa dia hrs menyakiti dan menghilangkan rasa kpercayaan yang tlah dia berikan. Itu ucapan ibu aku waktu dia dengar smua pengakuan dan kjujuran dari aku. Sementara bapak aku hanya bisa diam dan bengong aja melihat aku nangis dengan histeriusnya.


Malam itu juga aku berdoa dan memohon petunjuk agar aku diberikan petunjuk yang terbaik menurut Alloh karna tidak tau kenapa aku belum siap untuk kehilangan dia. Aku berdoa. “ ya… Alloh knapa Engkau beri cobaan kepada aku, dikala aku sedang sangat mencintai dan menyayangi dia.. knapa ya Alloh!!!!! Apakah ini memang jalan yg terbaik yg akan kau berikan utk saya. Tapi knapa saya tidak siap untuk menerima ini smua…….. apa yang hrs saya lakukan dan apa yg harus sy omongin dengan si W.’’